Mencari Sumber Penyakit Lewat Bantuan "Google Map" Tubuh

Recon 2, nama "peta ini, memberi akses pada peneliti biomedis untuk mempelajari jaringan metabolik manusia.

recon 2

Bahaya di Balik Mengonsumsi Daging Singa

Singa memakan segala macam hewan, akibatnya mereka jadi pengumpul parasit dan penyakit. Selain itu, singa masuk dalam hewan yang terancam.

singa,karnivoraSinga afrika (Panthera leo)
 

Sasaran Baru Curiosity: Karbon Organik

Perburuan karbon organik tidaklah mudah. Mengingat banyak proses yang menciptakan batu, malah menghancurkan organik yang ada.

mars,batu,curiosityRobot Curiosity milik NASA yang mendarat di Planet Mars sejak Agustus 2012. (thinkstockphoto)
 
Menyusul kesimpulan bahwa planet Mars cocok untuk bentuk awal kehidupan, mikroba, para peneliti mengarahkan Curiosity ke misi baru: mencari karbon organik. Namun, misi Curiosity -sebagai robot serba bisa dan penemu sampel adanya kehidupan di Mars- baru bisa dilakukan bulan Mei mendatang.

Sebabnya, saat ini komunikasi radio antara Bumi dengan Curiosity tengah diblokir akibat posisi Matahari. Operasional Curiosity juga sedikit mengalami kendala komputer.

Jika semua halangan sudah teratasi, para peneliti akan menggali sampel lain dari batu yang sudah ditargetkan. Batu itu terletak di dalam Kawah Gale yang dulunya diprediksi kaya akan air.
Batu yang dinamai "John Klein" itu merupakan lokasi penggalian pertama Curiosity untuk mendapatkan sampel. Dari warna batu itu saja, peneliti mengetahui bahwa materinya terlindungi dari radiasi tinggi dan proses oksidasi di permukaan Mars.

"Jika memang pernah ada materi organik di situ, maka kemungkinan ia sudah terawetkan," kata David Blake, Ketua Penyelidik untuk Percobaan Kimia dan Mineral Curiosity (CheMin), Rabu (13/3)
Kendati demikian, perburuan karbon organik tidaklah mudah. Mengingat banyak proses yang menciptakan batu, malah menghancurkan organik yang ada. "Pencarian karbon organik adalah suatu isu di misi ini dan Anda ingin melakukan ini sehati-hati mungkin," tambah pemimpin peneliti Curiosity, John Grotzinger.

Sebelumnya, pihak NASA mengumumkan bahwa Mars bisa menyokong kehidupan berdasarkan bahan kimia yang ditemukan di dalam "John Klein".

Analisa lain juga menunjukkan bahwa air yang dulunya merendam batu ini memiliki pH netral, tidak terlalu asam dan tidak terlalu asin. Penemuan ini mengindikasikan bahwa pernah ada organisme yang hadir dan mungkin saja mereka terawetkan.

Ya, Mars Bisa Menampung Kehidupan

Berdasarkan sampel debu dari batu yang digali Curiosity, ditemukan berbagai bahan yang merupakan kunci pokok adanya kehidupan.

mars,planet,tata suryaMatahari terbenam di planet Mars. (thinkstockphoto)
Terjawab sudah semua pertanyaan terkait kehidupan di planet Mars. Berdasarkan analisa sampel yang diambil dari batu yang dulunya pernah dialiri air, maka Mars disimpulkan cocok untuk kehidupan.
"Dari apa yang kami ketahui, maka jawabannya iya (Mars menyokong kehidupan)," kata Michael Meyer, Kepala Peneliti dari Program Ekplorasi Mars di markas NASA di Washington, Selasa (12/3).
Sampel diambil dari debu batuan yang menunjukkan Mars merupakan lokasi tepat untuk evolusi kehidupan mikroba. Bahan kimia yang ditemukan di dalam batu antara lain sulfur, nitrogen, hidrogen, oksigen, fosfor, dan karbon. Semuanya merupakan kunci pokok adanya kehidupan.
Analisa lain juga menunjukkan bahwa air yang dulunya merendam batu ini memiliki pH netral, tidak terlalu asam dan tidak terlalu asin. Penemuan ini mengindikasikan bahwa pernah ada organisme yang hadir dan mungkin saja mereka terawetkan.
nasa,curiosity,marsDalam kegiatan yang dinamai "mini drill test," Curiosity menggunakan peralatannya untuk menghasilkan cincin batu bubuk ini yang kemudian bisa dianalisa demi pengeboran lebih lanjut. Foto dirilis pada Kamis, 7 Februari 2013.(CREDIT: NASA/JPL-Caltech/MSSS)
"Kunci utamanya adalah ini lingkungan di mana mikroba bisa hidup dan mungkin makmur," ujar John Grotzinger dari California Institute of Technology, AS. Ditambahkan Grotzinger bahwa air yang dulunya mengalir di Mars juga bisa dikonsumsi manusia.
Batu yang menjadi objek utama di sini disebut John Klein dan masih menjadi misteri asal-muasalnya. Para peneliti hanya bisa memperkirakan bahwa batu itu terbentuk tiga miliar tahun lalu.
Analisa ini bisa didapat berkat penggalian yang dilakukan robot Curiosity pada Februari silam. Dalam aktivitas tersebut, robot termahal dan tercanggih masa kini itu menggunakan palu dan bor-nya secara bersamaan. Penggalian berikutnya akan dilakukan Curiosity pada Mei mendatang.
(Zika Zakiya. Sumber: NASA, Discovery News)

Entri Populer

Translate

Twitter

chat box